PH seimbang tubuh adalah 7, berbeda dengan kulit yang tersusun dari sel kulit mati, asam lemak, dan lipid, dimana keasamannya lebih tinggi sehingga pH kulit berada sekitar 5.5. Jika keseimbangan terlalu netral (pH 6 atau 7), maka kulit akan pecah, membuka jalan bagi penyebab alergi, polutan, dan bakteri masuk kulit, sementara kelembaban tak lagi terkunci. Namun saat pH ideal, maka kelembaban bisa tetap terkunci sehingga kulit berfungsi optimal dalam menangkal radikal bebas.
Faktanya studi yang dipublikasikan British Journal of Dermatology baru-baru ini mendapati bahwa, selama lebih dari 8 tahun, wanita yang pH kulitnya cenderung ke basa memiliki kerutan lebih banyak ketimbang mereka yang pH kulitnya cenderung asam.
Saat kulit kering seperti keripik, bersisik, bahkan gatal, maka itu berarti ada yang salah dengan pH-nya. Agar produk anti aging yang kita gunakan bisa bersahabat dengan pH dan memberi dampak maksimal, berikut beberapa sarannya.
1. Hindari mencuci wajah dengan sabun mandi
Sabun mandi kaya akan substansi basa yang cenderung mengeringkan kulit. Mencuci muka dengan sabun bisa menaikkan pH-nya dan butuh waktu berjam-jam untuk mengembalikan pH seimbang kulit menjadi 5.5.
2. Turunkan suhu air
Kulit rasanya mengerut setelah mandi scrub? Itu adalah respon bahwa permukaan pelindungnya telah hilang. Gunakan air hangat lebih baik.
3. Jauhkan waslap
Waslap terlalu abrasif untuk wajah, terutama area leher yang lembut. Tangan dan sabun lembut sudah cukup untuk membersihkan kotoran di wajah.
4. Gunakan produk dengan bahan aktif
Carilah produk yang terbukti secara klinis mengandung vitamin dan antioksidan bioaktif untuk merangsang pergantian sel kulit. Buah delima, teh, vitamin A, merupakan beberapa zat alami yang bisa menangkal radikal bebas.
